Baju Batik Grompol Khas Yogyakarta

Batik Jogja dikenal masyarakat masih mempertahankan metode canting (batik tulis) dalam proses pembuatannya. Batik tulis dianggap lebih memiliki nilai filosofis tersendiri karena cara ini telah dilakukan oleh orang zaman dahulu saat batik pertama kali dilahirkan.

Batik Jogja dikenal masyarakat masih mempertahankan metode canting (batik tulis) dalam proses pembuatannya. Batik tulis dianggap lebih memiliki nilai filosofis tersendiri karena cara ini telah dilakukan oleh orang zaman dahulu saat batik pertama kali dilahirkan. Nilai yang terkandung dalam corak batik akan lebih bermakna jika dalam pengerjaannya menggunakan motode tulis dan masih mempertahankan nilai tradisionalnya.

Grompol, merupakan salah satu motif Batik Jogjakarta yang sampai saat ini juga masih beredar di masyarakat. Ragam hias batik ini berupa bentuk geometris yang berukuran besar. Pola Batik Jogja memang dikenal dengan ukurannya yang besar, berbeda dengan Batik Solo yang bentuk geometrisnya berukuran kecil.

Motif batik grompol termasuk kelompok motif ceplok. Kata grompol mempunyai makna dompol- grombol memiliki arti kumpulan barang, nama bentuk cincin permata. Suatu pengharapan si pemakai motif di dalam kehidupannya diibaratkan sebuah pohon yang penuh bunga dan sarat akan buah. Motif bunga bertajuk 4, berputik 1 di tengahnya. Motif buah yang dikelilingi oleh 4 pasang cecek 3, berada di tengah motif segi 4 yang berujung 8, dimaksudkan bahwa buah harapan yang disimbolkan oleh buah tersebut mempunyai buah harapan yang dikelilingi dan dilindungi 8 dewa penjaga mata angin. Secara keseluruhan memiliki makna harapan agarTuhan senantiasa melimpahkan rahmat dan anugrah kepada sipemakai motif grompol, agar selalu hidup tenteram, banyak rejeki, banyak anak, hidup rukun dan sejahtera selamanya..

Sesuai dengan fungsinya dalam upacara perkawinan, tepatnya digunakan pada waktu upacara siraman oleh calon pengantin, diharapkan agar pengantin berserta keluarganya mempunyaimasa depan yang cerah, senantiasa mendapatkan rahmat, banyak anak, banyak rejeki, rukun, tenteram, sejahtera, dan damai selama-lamanya.

Grompol menyerupai rantai yang saling terikat dengan ukuran dan bentuk yang sama. Sepintas motif ini juga terlihat seperti menggambarkan kelopak bunga. Ornamen kecil seperti titik-titik disekitar bentuk utama menambah cantik motif batik yang satu ini.

Makna Batik Grompol memiliki arti bersatu. Masyarakat percaya bahwa motif batik ini merupakan simbol dari bersatunya hal-hal yang bersifat kebaikan. Hal tersebut membuat batik ini sering dikenakan pada saat upacara pernikahan karena memiliki makna dengan harapan orang yang mengenakan kain batik tersebut akan memiliki masa depan yang cerah, selalu mendapat rahmat, banyak rejeki, banyak anak, tentram, rukun, sejahtera, dan damai selamanya. Grompol merupakan pengharapan berkumpulnya rejeki, kebahagiaan, keturunan, hidup rukun, dan sebagainya

Makna filosofis dari batik grompol adalah Grompol, bermakna berkumpul/bersatu. Memakai Batik jenis ini diharapkan berkumpulnya segala sesuatu yang baik-baik, seperti rizky, keturunan, serta kebahagiaan hidup. Batik grompol ini biasa di gunakan oleh Ibu mempelai putri pada saat siraman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat