Motif Batik Adipurwo Khas Kabupaten Purworejo

  Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang sudah lama memproduksi kain batik tradisional maupun batik kontemporer. Berawal dari batik tradisional atau Batik Klasik Bagelenan di daerah pesisir, Batik Purworejo berkembang dengan memadukan corak batik

 

Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang sudah lama memproduksi kain batik tradisional maupun batik kontemporer. Berawal dari batik tradisional atau Batik Klasik Bagelenan di daerah pesisir, Batik Purworejo berkembang dengan memadukan corak batik klasik dengan corak ragam hias dari potensi yang ada di Purworejo. Sebagai kabupaten yang berdekatan dengan kerajaan Mataram kuno, Purworejo hingga saat ini masih meneruskan adat dan budaya yang diwariskan oleh kerajaan Mataram kuno mulai abad XI yang diantaranya adalah budaya membatik. Perkembangan batik tulis di Kabupaten Purworejo merupakan budaya turun menurun dari sesepuh atau orang yang terdahulu, namun seiring perkembangannya budaya membatik tersebut seakan mati suri hingga dikembangkan kembali pada tahun 2006 dengan dibuatnya kelompok pengrajin batik Laras Ndriyo yang terdiri dari Desa Sumber Agung yang berjumlah kurang lebih ada sepuluh orang dan di desa lainnya yaitu Desa Grabag, Rejo Sari dan Kudu Kulon.

Motif batik yang berasal dari Kabuapten Purworejo sering disebut dengan Motif Adi Porwo. Motif Adi Purwo termasuk ke dalam Batik Kontemporer. Yang membedakan Motif Adi Puwo dengan batik lainnya yaitu terletak pada ragam hiasnya. Pada Batik Tradtradisional, dikenal dengan Motif Melati Secontong, Lung Kenongo,Nam Kepang, laras Diryo, Pisang Bali, Limaran, Lung Semongko. Buntal Kampuh, Menyan Kobar, Sidoluhur, Sidomukti, Leler Mengeng, Parang Kawung dan masih banyak lagi. Sedangkan pada Batik Adi Purwo, terdapat ragam gambar sebagai motifnya terdiri atas gula kelapa, padi, manggis dan durian, empon-empon, kambing etawa, klanting dan kue clorot dan modang.

Adipurwo adalah salah satu motif batik yang dikembangkan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah saat ini. Motif batik Adipurwo yang mulai dikenalkan di tahun 2013 lalu yang bermakna adiluhung.

Motif batik ini menjadi ikon Kabupaten Purworejo berciri klasik namun kekinian. Motif adipurwo cenderung bercorak terang dengan ikon ciri khas Purworejo yakni bedug, makanan khas clorot serta buah manggis dan durian.

Bedug yang ada di masjid di Kabupaten Purworejo yang terbesar di dunia. Ada clorot yang merupakan makanan tradsional khas Purworejo. Selain itu ada motif buah andalan dari Purworejo yakni durian dan manggis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat